Pilgub Riau, Membaca Peluang RZ, Chaidir dan Thamsir

RAKYAT RIAU sebentar lagi memilih calon gubernur. Pesta demokrasi tersebut akan di helat pada tanggal 28 September 2008 tepatnya pada hari terakhir pelaksanaan puasa bulan suci ramadhan 1429 Hijriah. Pertanyaannya sekarang, siapa yang akan dipilih Rakyat Riau untuk memegang teraju kepemimpinan di negeri yang dikenal kaya akan bahan baku minyak bumi dan minyak sawit itu ?

Pilkada Gubernur (Pilgub) di Riau diikuti 3 pasang calon gubernur. Calon yang bersaing tersebut antara lain pasangan Rusli Zainal-Mambang Mit (RZ-MM), Thamsir Rahman-Taufan Andoso Yakin (Tampan), dan Chaidir-Suryadi (CS).

Melihat asal usul masing-masing calon pada Pilgub Riau 2008, contents lokal tampaknya lebih mendominan pada wajah calon elite Riau Satu. Rusli Zainal asli Inhil, Thamsir lama bercokol di Indragiri Hulu, sementara drh Chaidir adalah anak watan yang di dilahirkan di Pemandang, dusun kecil di Kecamatan Rokan IV Koto, Rokanhulu.

Jadi, saya yakin, pada Pilgub Riau, isu putra daerah dan non putra daerah takkan berkembang seperti pengalaman pada Pilkada Provinsi Kepri 4 tahun silam.

Bila ditengok data daftar pemilih tetap KPUD Riau, jumlah rakyat yang akan mengikuti Pilgub di Riau sebanyak 3.205.849 orang. Penduduk pemilih sebanyak itu tersebar di 9 (sembilan) Kabupaten dan 2 Kota masing masing, kabupaten Kampar (415.344 jiwa ), kabupaten Pelalawan (213.399 jiwa), kabupaten Rokan Hulu (265.686 jiwa) , kabupaten Rokan Hilir (507.303), Kabupaten Siak (313.842 jiwa), Kabupaten Bengkalis (1,25 juta), Kota Dumai (162.449 jiwa), Kota Pekanbaru (717.000 jiwa ) , Kabupaten Kuantan Singingi (221.676 jiwa), Kabupaten Indragiri Hulu (50.000 jiwa), dan Kabupaten Indragiri Hilir ( 624.450 jiwa).

Berkaca pada angka penduduk diatas, lima lumbung suara terbanyak terdapat di Kabupaten Bengkalis, Kota Pekanbaru, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, dan di Kampar. Bicara kharismatik masing-masing calon, antara Rusli, Thamsir dan Chaidir, masing-masing punya pesona di mata Rakyat. Kekuatan Rusli tampaknya di topang penuh oleh personal Mambang Mit, birokrat berlatar belakang ekonomi, dikenal santun dan pernah menduduki jabatan strategis yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) di Pemko Batam.

Bicara peluang, pengaruh Rusli Zaenal – Mambang Mit (RZ-MM) tampaknya dibayangi oleh sosok kharismatik Chaidir. Sebagai tokoh tua di Golkar, kubu Rusli dianggap tak sepaham dengan kelompok tua Golkar. Asal usulnya karena kasus Saleh Djasit dan Tengku Azmun Jaafar. (lihat polling pilgub riau)

Peluang Rusli kuat, karena wakil Chaidir dan wakil Thamsir Rahman yaitu Topan Andoso Yakin dan Suryadi yang merupakan figur sentral masyarakat Jawa di Riau, ikut pula bertarung pada lapis kedua yaitu membidik kursi wakil Gubernur Riau.

Dengan kondisi ini, besar kemungkinan suara warga Jawa di Riau terpecah belah. Lantas bagaimana dengan suara PKS Riau ?

Karena Wan Abu Bakar bersiteru dengan Rusli Zaenal soal ilegal logging, diyakini mesin politik PPP Riau akan terkecai. Sebagai anak manis, suara kader PKS diprediksi banyak lari ke kubu Chaidir yang dikenal intelek oleh kelompok muda Riau. Sebagai tokoh PPP, dengan menjadi Plt Gubernur Riau, Wan Abu Bakar punya banyak peluang untuk mewujudkan obsesi politiknya.

Dari aspek kewilayahan, Rusli tampaknya hanya akan didukung oleh kubu Inhil. Inhu yang notabene “kampung” Thamsir dan Mambang Mit, suara yang ada tak bisa di andalkan kecuali di Kuantan Singingi. Sama halnya dengan suara pemilih di Pekanbaru. Bisa saja orang minang di Riau, tak lagi mendukung Rusli seperti pada pemilihan Gubernur Riau yang lalu. Di Kabupaten Kampar, kalau suara PAN yang notabene didukung kelompok Muhammadiyah kuat, kubu Rusli pasti akan keteteran mencari suara di kota yang berjuluk; Serambi Makkah Riau itu.

Di Bengkalis sebagai lumbung suara teratas pada Pilgub Riau 2008, tampaknya faktor gagalnya pemekaran Kabupaten Meranti dan Kabupaten Mandau menjadi batu sandungan paling fatal dalam karir politik Rusli Zaenal-Mambang Mit (RZ-MM). Sekedar catatan , di Rohil sekarang berkembang istilah baru, “Asal Jangan Rusli”.

Hanya Dumai yang bisa di andalkan Golkar yang mengusung RZ-MM. Tapi di Siak terutama Perawang, pendukung Suryadi takkan tinggal diam untuk memenangkan pasangan Chaidir dan Suryadi (PDI-Perjuangan). Begitu pula di Rohul dan Rohil. Chaidir akan berperan, karena dia budak Rohul yang diyakini bisa mengajak warga Rohil untuk bergabung memenangkannya.

Sementara orang Kepri di Riau mungkin cenderung memilih Rusli dan Mambang Mit, karena keduanya telah berjasa terhadap pembentukan Provinsi Kepri semasa Rusli menjadi Gubernur dan Mambang sebagai Setda Kota Batam.

Di Kepri, peluang Chaidir lemah karena sewaktu menjadi ketua DPRD Riau, Chaidir dianggap tidak pro dengan perjuangan masyarakat Kepri untuk membentuk provinsi sendiri. Hanya saja, senator Riau itu dinilai berkelas di riau daratan karena memiliki kemampuan intelektual yang lumayan bagus. Ia rajin menumpahkan kegelisahaannya terhadap Riau melalui kumpulan buku yang ia tulis. Chaidir pun dikenal sebagai kalangan intelektual muda, jebolan dua universitas ternama di Australia.

Sedangkan Thamsir Rahman, ia lama menjadi bupati Inhu. Sepak terjangnya di hormati oleh kalangan pejabat di Riau karena terbilang senior di birokrasi.

Akhirnya, Pilkada tak cukup sekedar basa-basi atau jual kecap. Baliho sebesar apapun, takkan berguna karena di Riau masih banyak anak petani, anak nelayan, anak penyadap karet, penggali pasir dan pencari kayu bakau yang belum sekolah dan menderita.

Setinggi apapun pangkat, gelar atau bekas jabatan masing-masing cagub, Riau tak butuh. Yang dibutuhkan kedaulatan atas kesejahteraan rakyat Riau. Hal tersebut merupakan ‘harga mati” karena puluhan tahun ubun-ubun orang “Riau Dihisap” dengan mengatasnamakan rasa senasib sepenanggungan.

Akibatnya, sungguh pedih kehidupan anak Sakai. Terpinggirkan di antara sambungan pipa minyak mentah yang dialirkan dari ribuan sumur minyak yang di kelola PT Pertamina dan perusahaan minyak asing. Belum lagi, kisah pilu suku kubu yang hidup merana karena luasan hutan Riau yang mulai menipis. Oleh karenanya, mari memilih secara bijak. (foto : riauterkini.com)

~ oleh iselantang pada Agustus 1, 2008.

9 Tanggapan to “Pilgub Riau, Membaca Peluang RZ, Chaidir dan Thamsir”

  1. di Batam ya sekarang bang?, kalau ada reuni datang ya, sekolah kita udah bagus sekarang…

  2. For MAN 2
    Terimakasih atas kunjungannya. Insyallah, asal dikabari kapan reuninya. Salam untuk rekan semuanya….

    iselantang.wordpress.com

  3. Pasangan Rusli Zaenal dan Mambang Mit Kelihatannya lebih berpeluang memenangkan Pilkada Sepember 2008 di Provinsi Riau

  4. Maju terus RZ-MM.
    Masyarakat dan Mahasiswa RIAU Mendukungmu untuk menjadi Gubernur RIAU 2008-2013.

  5. Pada hari juma’at saya ada membaca harian media massa yang mana di harian itu disebutkan bahwa Chaidir (CS) salah satu orang yang menerima uang korupsi dalam kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran yang tersangkanya yaitu Saleh Djasit.
    jadi, untuk Chaidir janganlah kamu mencari simpati masyarakat dengan menyebut Dirimu pemimpin yang bersih buktinya kamu tersangkut kasus korupsi juga.

    Bravo .

  6. Masyarakat Ikatan Keluarga Nias Riau Mendukung Bapak Rusli Zainal dan Bapak Mambang Mit.

    Maju Terus RZ-MM

  7. Masyarakat Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) Mendukung Bapak Rusli Zainal dan Bapak Mambang Mit.

    Maju Terus RZ-MM

  8. Masyarakat Tanpa Ikatan, Pilih Chaidir karena Chaidir layak diberi kesempatan membesarkan Riau

  9. Chaidir lebih merakyat dan cerdas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: