Pesan Untuk Kawan-Kawan Guru Honor dan PNS

one_1054.jpgJudul diatas saya pilih menjadi sebuah kalimat pembuka tulisan, bukan untuk membanggakan bahwa saya adalah seorang sarjana guru. Sepenggal kalimat itu saya tulis sebagai pembuka kata, karena hari ini, Jum’at (16/11/2007), saya begitu terharu membaca lembar demi lembar, iklan pengumuman penerimaan calon pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota di Kepri, yang memberikan laluan kepada sarjana S1 FKIP, untuk mengajar pada sekolah-sekolah negeri yang mereka dirikan dengan dana APBD atau APBN.

Perasaan terharu saya itu dipicu oleh berbagai sebab. Tetapi yang jelas, saya begitu bangga ternyata alumnus FKIP itu setelah tamat, tidak begitu sulit untuk bisa diangkat menjadi PNS, buktinya setiap pembukaan lowongan/formasi, Pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Kepri, selalu memberikan porsi penerimaan paling besar, dibandingkan formasi penerimaan CPNS untuk sarjana diploma atau sarjana S1 lainnya.

Kedua, perasaan terharu saya muncul, karena tiba-tiba saya teringat sebuah saran yang pernah diucapkan oleh orang tua saya. Waktu itu tamat kuliah. Mereka menyarankan saya untuk mencari sekolah tempat mengajar honor. Tapi, waktu itu saya tolak, karena saya beranggapan, gaji guru itu kecil…kecil sekali….

Tetapi, seiring adanya perubahan paradigma pemerintah kita, kini profesi guru sudah mulai terangkat derajatnya. Adik leting saya saja, karena kegigihannya menjadi guru honor, dalam jangka waktu 3 tahun, mereka sudah banyak yang telah mengantongi NIP. Bahkan ada diantara rekan saya, waktu bercanda dia bilang, baru nekat melamar pacarnya, setelah menerima SK pengangkatan PNS-nya. Ketika ditanya SK-nya itu ia simpan kemana, jawabnya simpel, sudah ia gadaikan ke Bank Riau untuk modal kawin…. ha…ha..ha..

Atas hal ini, sebaiknya kita tidak boleh menyesali takdir. Bagi saya, menjadi seorang guru, tidak mesti harus memiliki rumah mewah, mobil mewah atau jenis harta benda berlimpah lainnya. Guru sejati itu kekayaannya ada pada kegemilangan anak didiknya. Kalau anak didiknya berhasil,  walaupun hidupnya tidak mapan, ia akan merasa sangat bahagia, bahkan kebahagiaannya itu, tidak akan pernah bisa dinilai apalagi di ukur dengan uang.

Selamat, bagi kawan-kawan guru, yang sudah mengantongi status PNS. Bagi yang sedang berjuang, maju terus. Dan yang perlu kita ingat, hanya satu hal. Seorang guru sejati, dia ibarat sebatang lilin. Ia rela mengorbankan dirinya dengan cahaya api yang ia pancarkan, semata menerangi kehidupan orang lain. Bagi rekan sesama Alumnus Fakultas Keguruan dimana pun Anda, manfaatkanlah kesempatan yang ada. Jangan sia-siakan. Tuhan bersama kita. (*)

~ oleh iselantang pada November 16, 2007.

Satu Tanggapan to “Pesan Untuk Kawan-Kawan Guru Honor dan PNS”

  1. Adalah langkah yang salah jika ingin menjadi seorang guru..untuk mengejar profesi, apalagi materi…
    Guru adalah ladang amal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: