Munculnya Beragam Aliran Agama Diduga Bagian Skenario Intelijen

al-qiyadah.gifJakarta, Munculnya beragam aliran agama di Indonesia disinyalir merupakan bagian dari skenario intelijen yang akan memecah belah umat Islam dan Bangsa Indonesia.

Hal itu dikatakan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, M. Ichwan Syam dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Sabtu (3/11).

Menurutnya, indikasi dugaan keterlibatan pihak intelijen tersebut sejauh ini memang masih bersifat analisa dengan didasari atas berbagai peristiwa masa lalu yang pernah dialami oleh Bangsa Indonesia dan kemungkinan menjelang momen Pemilu 2009 yang dimanfaatkan untuk beragam kepentingan.

Hanya saja Ichwan tidak menyebut apakah indikasi keterlibatan pihak intelijen di balik munculnya beragam aliran agama tersebut dilakukan oleh intelijen dalam negeri sendiri atau intelijen asing. “Analisa terakhir dari kita jangan-jangan ini ada pabriknya, jangan-jangan ini pekerjaan intelijen,” kata dia.

Ichwan Syam berharap agar seluruh komponen masyarakat, khususnya ulama hendaknya dapat bersikap arif dalam menyikapi persoalan aliran agama ini sekaligus melakukan introspeksi apakah ada yang salah dalam metode dakwah yang dilakukan selama ini. (der)

:: Komentar Anda ::

6/11/2007 10:26 WIB

Nama Pengirim : iselantang

Email : iselantang@yahoo.com

Umat Islam Harus Lebih Bersatu Lagi dan Kompak

isel.jpgKomentar : Saya setuju dengan analisa Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, M. Ichwan Syam, ada pihak intelijen yang bermain dalam kasus penistaan agama Islam di Indonesia. Apalagi sejak Soeharto tumbang, invasi negara asing terhadap bangsa indonesia, tidak hanya dilakukan dibidang ekonomi, politik, tetapi juga sosial-budaya. Kendati begitu, kita umat Islam harus kompak, dan berharap kepada MUI Pusat dan Daerah, diisi oleh wali Allah dan Rasul. Bukan wali George Bush, atau wali “Gitu Kok Repot”. Saya mendukung MUI mendesak terus Pemerintah dan Polri mengusut Pelaku atas kasus pelecehan terhadap Islam Indonesia ini.

 

KontraS Minta Polri Lebih Cermat Sikap Masalah Al Qiyadah

kontras-1.gifJakarta, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta Polri agar lebih cermat dalam menyikapi persoalan hukum terhadap para pengikut al Qiyadah al Islamiyah.

Sementara bagi pemimpin al Qiyadah, Ahmad Mosshadeq dan pengurus-pengurusnya, seharusnya Polri terlebih dahulu menempatkan mereka sebagai saksi. Status mereka bisa diputuskan setelah ada dialog dengan ahli agama.

Salah seorang kepala divisi di KontraS, Abu Said Pelu, Senin (5/11) mengatakan, seseorang bisa dituntut karena menodai agama. Namun ketika hanya berbeda aliran, seseorang tidak dapat dituntut.

“Kalau mereka dipanggil sebagai saksi dalam pengembangan kasus ini, itu sah-sah saja. Kepolisian juga harus mendengarkan atau memanggil pihak-pihak yang paham tentang persoalan agama,” jelas Pelu. (doa)

Tindak Tegas dan Berantas Aliran yang Rusak Ajaran Islam

baasyir-2.jpg Tangerang, Pemerintah dinilai harus secara tegas memberantas aliran-aliran sesat yang dianggap telah merusak ajaran agama Islam.

Hal itu dikatakan Ustadz Abu Bakar Ba`asyir usai memberikan tausiah di Pamulang, Tangerang, Banten, Minggu (4/11). Ia mengatakan, suatu ajaran yang mengganggu Islam harus ditindak secara tegas dan diberantas karena dapat merusak ajaran agama Islam yang sebenarnya.

Dalam hal ini pemerintah dan jajarannya dinilai harus berperan serius memberantas aliran-aliran sesat.

Ba`asyir mencontohkan, aliran atau ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah dan ajaran Ahmadiyah dinilainya telah merusak ajaran agama Islam sehingga harus ditindak secara tegas dan diberantas.

Menurutnya, dalam ajaran Agama Islam hukum bagi orang yang telah merusak ajaran agama Islam harus dikenai hukuman mati. Sedangkan bagi pengikut-pengikutnya harus dinasehati untuk bertobat guna masuk kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya.

Dan jika tidak mau bertobat maka dalam hitungan hari tertentu pengikut aliran sesat tersebut juga dapat dikenai hukuman mati karena dianggap murtad. “Tegas hukumannya. Hukuman mati seperti nabi palsu dan lain sebagainya,” tandas Ba`asyir. (der)

 

~ oleh iselantang pada November 6, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: