Di Batam, Muhammadiyah Idul Fitri Tanggal 12

BULAN puasa, tinggal menghitung hari. Batam sebagai kota metropolis, hanya berjarak 45 menit (ferry) ke Singapura dan Johor Malaysia, warganya kini tengah khusus menunaikan ibadah puasa, dan siap menyongsong lebaran. Lebih Hot Dari Segala Yang Berbau HOTTTTTT…..

Seminggu terhitung dari dari Sekarang (Sabtu/6/10/2007), Batam sebagai kota para perantau, jalan rayanya masih ramai dengan arus kendaraan. Tak ada yang berubah, walaupun koran lokal di daerah ini, mengatakan jumlah pemudik pada bandara Hang Nadim, Pelabuhan Pelni dan Pelabuhan Domestik Sekupang, angkanya mulai naik signifikan dari beberapa hari sebelumnya.

Begitu juga di kawasan perumahan. Belum banyak warga Batam yang mudik ke kampung halamannya, walaupun jadwal libur idul fitri, lebih kurang satu minggu.

Budaya Parcel

Di sejumlah kantor pemerintahan, pengamatan saya secara pribadi, sejak di larang KPK, kiriman parcel ke pejabat berkurang. Selama puasa ini, yang terjadi malah sebaliknya, banyak pejabat, pengusaha, termasuk para politikus di Batam, berubah wujud menjadi Ustadz, dan menjadi seorang yang berbudi mulia, mengasihani ribuan anak yatim, panti asuhan, warga ruli, dsb-nya, dengan bingkisan apa adanya. Pembagian santunan selama puasa ini, tidak hanya dilakukan para tokoh-tokoh Muslim, juga diberikan oleh para donatur dari kalangan non muslim.

Bahkan pada salah satu media lokal terbitan Batam, saya melihat, ada iklan himbauan maaf, atas tidak memasang iklan ucapan selamat Idul Fitri kepada warga, dari Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Drs Eddy Wijaya. Maksudnya mungkin, supaya masyarakat jangan menganggap “Gubernur” pelit atau lupa dengan konstituen yang memilihnya pada pilkada Gubkepri, 2 tahun silam.

Malam Takbir

Di Batam, Takbir tahun ini di pusatkan di masjid Raya Batam Centre. Masjid ini merupakan masjid paling megah, berarsitektur paduan budaya jawa dan melayu. (Lebih mirip, design masjid bantuan yayasan muslim pancasila, era presiden Soeharto masih berkuasa)

Letak masjid ini ada di Pusat Pemerintahan. Tepatnya Jalan Engku Putri Batam Centre. Masjid ini bertetangga dengan Gedung Kantor Walikota Batam, Gedung DPRD Batam, Gedung Imigrasi, Gedung BI, Asrama Haji Embarkasi Batam, Bank Indonesia, Kantor Pusat PT PLN Batam, Pelabuhan Internasional Batam Centre, Gedung Promosi Se Sumatera yang didanai dengan APBD Provinsi Riau, serta banyak lagi termasuk Rumah Makan Stamina Ocu, yang letaknya di Komplek Nusantara Golden. Rumah makan ini, satu-satunya rumah makan khas Orang Riau Daratan di Kota Batam.

Jadwal Idul Fitri

Di Batam, Shalat Idul Fitri, sesuai keyakinan umat, ada yang menyelenggarakannya Jumat, 12/10/2007, tapi ada juga yang melaksanakannya mengikuti kalender pemerintah, 13/10/2007. Biasanya, orang Muhammadyah di Batam, mereka lebih dulu shalat idul fitri. Tahun lalu, mereka shalat di Stadion Abdul Jamal Muka Kuning, kawasan olahraga yang berada di dekat kawasan Industri Batamindo Muka Kuning

Kelompok pengikut jadwal lebaran pemerintah, biasanya shalat idul fitri di taman kota Batam, Alun-Alun Engku Putri Batam Centre. Perbedaan itu biasa saja. Tidak akan membuat Islam terpecah. Tapi, saya secara pribadi berpendapat, shalat hari kemenangan itu, sebaiknya terjadi serentak. Sebab, keliatan punya ruh.

Liburan

Libur Idul Fitri, Orang Batam, biasanya memilih sejumlah kawasan pantai untuk berlibur lebaran. Tapi ada juga yang menyeberang ke Singapura, Malaysia, baik pribadi, maupun dengan menggunakan travel agent. Ke Singapura dan Malaysia, tiket ferry dari Batam hanya rp 150 ribu.. bos. Kalau menggunakan jasa travel agent, 3 hari 2 malam di KL-Malaysia, biaya perjalanan Anda cuma Rp 1,5 juta.

Tapi banyak juga orang Batam yang memilih pulang kampung setelah shalat Idul Fitri di Batam. Seperti pulang ke Pekanbaru, Jakarta, Padang, Medan dan Surabaya. Yang jadi persoalan, cuma ketersediaan tiket pesawat di hari pertama lebaran. Pengalaman saya sebelumnya, tiket kosong, diborong oleh pejabat pemerintahan, dan kalangan pengusaha Batam yang pulang kampung.

Kendati begitu, orang Batam ada juga yang memilih Pulau Penyengat, Tanjungpinang dan Tanjungbalai Karimun, sebagai area plesiran, dari pada suntuk di Rumah. (*)

~ oleh iselantang pada Oktober 6, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: