Perubahan Status Politekhnik Batam, Bentuk Kekerasan Psikis Terhadap Mahasiswa

ADANYA KEBIJAKAN perubahan status politeknik Batam ke Univesitas, menimbulkan kekecewaan ditengah mahasiswa/i di kampus yang beralamat di Batam Centre itu. Akibat kebijakan tersebut, setidaknya telah terjadi kekerasan psikis.

Kekerasan psikis ini setidaknya tergambar dari ketidaksetujuan semua mahasiswa Poltek yang masih kuliah, menyandang predikat sebagai mahasiswa Fakultas Tekhnik, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Provinsi Kepri.

Perubahan status Politeknik Batam ke Universitas, sedari awal sudah tercium oleh public. Tapi sayang, rencana besar untuk memutar haluan kapal “bernama Poltek Batam” terkesan di rahasiakan. Saat hajat diumumkan, terang saja mahasiswa yang ada sekarang langsung ”DOWN”.

Apalagi, berdasarkan pengalaman, nama Poltek mereka anggap lebih layak disandang, dan punya daya saing serta nilai jual daripada nama Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), yang belum jelas ”jantan-betina” nya.

Suatu hal jika kemudian, mahasiswa Politekhnik menyampaikan aksi keprihatinannya, baik melalui demo atau pemasangan spanduk dukungan (kabarnya sepanjang 30 km) di Kampus yang selama ini selalu adem ayem itu.

Walaupun tampaknya, para petinggi di Pemerintahan Kepri, Pengelola Yayasan dan Pihak Rektorat Poltek, tetap yakin bahwa dengan meng”UMRAH”kan Poltek, kualitas lembaga pendidikan yang ada sekarang, jauh lebih baik dari masa sebelumnya. Soal mosi tidak percaya mahasiswa/i, kelihatannya dianggap mis-komunikasi saja.

Mengatasi hal ini, satu-satunya jalan, Pihak yang berkepentingan sebaiknya memperhatikan aspirasi mahasiswa/i-nya. Jika timbul pemaksaan kehendak, tidak tertutup kemungkinan, dalam perjalanannya UMRAH bakal menjadi sebuah pusat peradaban yang “panas” bertaburkan dendam dan kebencian akibat terlahir dari sebuah kebijakan yang diputuskan se cara sepihak, jika tidak mau disebut arogan. (*)

~ oleh iselantang pada Oktober 1, 2007.

3 Tanggapan to “Perubahan Status Politekhnik Batam, Bentuk Kekerasan Psikis Terhadap Mahasiswa”

  1. kita berbicara munafik saja ya…
    jika memang mahasiswa poltek sekarang dan sebelumnya
    di promosikhan untuk kedepannya dan tanpa batas waktu
    dan mahasiswa/i poltek sekarang masuk dalam setatus umrah
    sapa yg gak mau…….bodoh yg nggak mau…?
    .
    .
    tapi…kami d jadikan korban
    yg nantinya akan d tunggu punah populasinya
    yg tak terpikirkhan kedepannya
    buat apa membangun tempat pendidikan
    tapi kami mahasiawa/i sebelumnya sudah d zholimi
    .
    .
    nggak ada yg perlu drahasiakan
    untuk membangun suatu kebaikan
    jika kami nggak d anggak dewasa (MAHASISWA)
    toh kami termasuk penerus bangsa
    beri sedikit kepercayaan 1 butir debu buat kami
    jangan beri kebohongan yg berakhir kerumitan

  2. Picik sekali….
    terlalu skeptis….
    Dan juga ga bisa menganalisis masalah yg sedikit politis…
    sebenarnya upaya merger sudah ada sejak tahun 2006 lalu, rupanya pihak poltek malah merahasiakan,
    nah skrg dah keluar SK Menteri, baru kebakaran Jenggot

    Ciba pikirkan benefitnya kedepan…
    dan juga aspirasi masyarakat…
    Kepri ini butuh Universitas Negeri..
    sedangkan lulusan SMA makin tahun makin meningkat, coba kita pikirkan..
    utk membangun dari nol tidak dimungkinkan
    sedangkan cara tercepat untuk mebangun Universitas Negeri bernama UMRAH adalah dengan cara merger dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka di Kepri, semisal STISIPOL di Bintan yg berdiri tahun 1999 , dan Poltek yg berdiri tahun 2000,…

    Mhs Poltek terlalu bangga dengan simbol, apalgi sebuah simbol bernama Politeknik Batam, bukan rahasia umum apabila Poltek disubsidi oleh OB, tetapi jika OB di likuidasi menjadi Dewan Kawasan FTZ nanti..siapa yg mau menanggung Subsidinya….? Dewan Kawasan FTZ batam? No way!!, jadi Provinsi lah yg menanggung.
    jadi solusinya adalah mergernya poltek dengan UMRAH adalah sebagai Upgrading quality dari keadaan yang udah ada dan juga menyelamatkan kondisi finansial kedepan….D3 tetap ada, bhkan mhs D3 poltek gratis lanjut ke S1 UMRAH….,

    jadi kita mesti berkorban unruk kemajuan pendidikan Kepri ke depan…jangan hanya merasa punya nama besar tetapi ketika diminta bersama untuk memajukan pendidikan Kepri dalam satu kapal bernama UMRAH, malah sibuk…bingung akreditasi ini itu…akreditasi itu bisa diraih kembali asal tetap konsisten dengan apa yang telah ada selama ini….
    dan dibingungkan sedikit saja dengan hal yang politis sudah panik sana sini…..

  3. Salam kenal aja budak melayu asal natuna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: