Balik Kampung…. Kapan?

Diujung puasa, sebagian besar diantara kita sesama muslim, selalu memiliki hasrat untuk Pulang Kampung atau mudik. Mudik dalam bahasa Kampar bermakna bagian paling ujung (hulu).

Istilah mudik, jarang kami gunakan karena di dalam bahasa keseharian, kata mudik dari tanah perantauan, kami menyebutnya “Baliok Kampuong”. Istilah ini digunakan pada hari-hari tertentu, termasuk menyambut Idul Fitri.

Sedangkan kata-kata mudik, biasa kami gunakan saat para orang tua kami di Kampung Halaman, menangkap anak ikan di sungai Kampar, usai banjir besar dengan menggunakan alat tangkat berupa jaring nilon kassa, yang kami beri nama “ Tangkue”.

Sebagai anak jati yang dilahirkan di Desa Padang Merbau, Kecamatan Koto Perambahan, Kabupaten Kampar – Provinsi Riau, saya meninggalkan kampong tercinta, sejak tamat Madrasah Tsanawiyah di Desa Tarok, Kampar, pada tahun 1989-1990.

Bermodalkan restu orang tua, yang hanya tukang sadap karet milik salah seorang tauke di Kampung, saya merantau ke Pekanbaru-Riau, dengan tujuan melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jalan Ponegoro-Pekanbaru.

Tiga tahun di MAN, banyak kenangan yang saya dapatkan? Termasuk sahabat, orang tua dan saudara. Dari sekian banyak yang dikenang, kenangan yang tak bisa dilupakan adalah Kenangan Antara Kebun Sari dan Rejosari. Terindah dan Menyakitkan Bila Dikenang.

bujang-lapok.jpgDengan kehidupan seadanya, saat ini saya terdampar pada sebuah kota yang menurut banyak orang, Tanah Pengharapan. Betul memang. Tapi tanah harapan bernama BATAM itu, pantas saya katakan sebagai KOTA PELARIAN Atas Sebuah Kekecewaan yang pernah saya alami.

Dan di Tanah Harapan ini pun saya berjanji, membalas kekecewaan itu dengan seteguk kebahagian, bersama istri, dan 2 putri kesayangan saya, Azra Saujana Fadza, dan Dinda Saujana Fadza. Nama yang sama yang saya anggap sebagai awal berdirinya Dinasty Saujana, minimal bagi saya dan istri saya yang tersayang. (*)

~ oleh iselantang pada Oktober 1, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: