Lowongan Kerja di PT. BFI Finance Indonesia Tbk

•September 3, 2008 • 1 Komentar

PT. BFI Finance Indonesia Tbk, sebuah Perusahaan Multifinance yang telah GoPublic dan terbaik tahun 2007 (versi Majalah Infobank dan Investor) dengan pengalaman lebih dari 26 tahun dalam menawarkan jasa pembiayaan konsumen yang berfokus pada pembiayaan kendaraan bermotor dan alat-alat berat. Didukung oleh lebih dari 60 cabang yang tersebar diseluruh penjuru Nusantara dan akan terus berkembang membuka kesempatan kepada Anda untuk mengawali karir bersama BFI Finance

POSISI

A. MARKETING EXECUTIVE (ME)

B. FIELD AUDITOR (FA)

C. COLLECTOR (KKE)

D. ADMINISTRASI (ADM)

E. CUSTOMER SERVICE (CS)

PERSYARATAN

+ Pria (A,B,C,D) maks. 28 tahun & Wanita (D,E) maks. 25 tahun

+ Min. D3 dari semua jurusan dengan IPK min. 2.75

+ Mampu mengoperasikan komputer (MS. Office)

+ Memiliki SIM C & / A serta kendaraan bermotor (A,B,C)

+ Siap melakukan perjalanan dinas luar kota (A,B,C)

+ Memiliki komitmen, integritas tinggi serta teliti dalam bekerja

+ Bersedia ditempatkan di cabang BFI Tanjung Pinang (*)

CARA MELAMAR

Kirimkan Lamaran Lengkap (Berikut Fotokopi KTP, SIM, Pas Foto Warna) dan cantumkan KODE Posisi disudut Kanan atas amplop paling lambat 13 September 2008 ditujukan ke alamat :

PT. BFI Finance Indonesia Tbk

d/a Jl. Gatot Subroto No. 25 (Batu 5) Tanjung Pinang Pulau Bintan – Kepri atau email ke : recruitment@bfi.co.id

PSIKOTES & WAWANCARA AKAN DILAKUKAN DI BATAM

Informasi perusahaan Klik www.bfi.co.id

Tersedia 4.400 Lowongan Kerja di Bursa Kerja Batam

•Agustus 5, 2008 • 1 Komentar

Di Pulau Batam, tersedia lowongan pekerjaan untuk 4.400 orang pencari kerja. Bagi Anda yang berminat, klik sebagian informasi lowongannya di www.humasbatam.com, Penerimaan terbatas, hanya dari tanggal 5 Agustus 2008 s/d 8 Agustus 2008 mendatang. Tempat penerimaan, gedung Politeknik Batam, Pulau Batam. Pemerintah daerah setempat menargetkan 1.500 pencaker terserap pada lantai bursa kerja tersebut. (*)

Kesan Angka 33

•Agustus 4, 2008 • 2 Komentar

Ini kisah nyata. Sebagai korban kekejaman rezim Soeharto, saya takkan menuntut balas. Kejadian ini berlangsung 30 Juni 2008 di Batam Centre. (*)

Pilgub Riau, Membaca Peluang RZ, Chaidir dan Thamsir

•Agustus 1, 2008 • 9 Komentar

RAKYAT RIAU sebentar lagi memilih calon gubernur. Pesta demokrasi tersebut akan di helat pada tanggal 28 September 2008 tepatnya pada hari terakhir pelaksanaan puasa bulan suci ramadhan 1429 Hijriah. Pertanyaannya sekarang, siapa yang akan dipilih Rakyat Riau untuk memegang teraju kepemimpinan di negeri yang dikenal kaya akan bahan baku minyak bumi dan minyak sawit itu ?

Pilkada Gubernur (Pilgub) di Riau diikuti 3 pasang calon gubernur. Calon yang bersaing tersebut antara lain pasangan Rusli Zainal-Mambang Mit (RZ-MM), Thamsir Rahman-Taufan Andoso Yakin (Tampan), dan Chaidir-Suryadi (CS).

Melihat asal usul masing-masing calon pada Pilgub Riau 2008, contents lokal tampaknya lebih mendominan pada wajah calon elite Riau Satu. Rusli Zainal asli Inhil, Thamsir lama bercokol di Indragiri Hulu, sementara drh Chaidir adalah anak watan yang di dilahirkan di Pemandang, dusun kecil di Kecamatan Rokan IV Koto, Rokanhulu.

Jadi, saya yakin, pada Pilgub Riau, isu putra daerah dan non putra daerah takkan berkembang seperti pengalaman pada Pilkada Provinsi Kepri 4 tahun silam.

Bila ditengok data daftar pemilih tetap KPUD Riau, jumlah rakyat yang akan mengikuti Pilgub di Riau sebanyak 3.205.849 orang. Penduduk pemilih sebanyak itu tersebar di 9 (sembilan) Kabupaten dan 2 Kota masing masing, kabupaten Kampar (415.344 jiwa ), kabupaten Pelalawan (213.399 jiwa), kabupaten Rokan Hulu (265.686 jiwa) , kabupaten Rokan Hilir (507.303), Kabupaten Siak (313.842 jiwa), Kabupaten Bengkalis (1,25 juta), Kota Dumai (162.449 jiwa), Kota Pekanbaru (717.000 jiwa ) , Kabupaten Kuantan Singingi (221.676 jiwa), Kabupaten Indragiri Hulu (50.000 jiwa), dan Kabupaten Indragiri Hilir ( 624.450 jiwa).

Berkaca pada angka penduduk diatas, lima lumbung suara terbanyak terdapat di Kabupaten Bengkalis, Kota Pekanbaru, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, dan di Kampar. Bicara kharismatik masing-masing calon, antara Rusli, Thamsir dan Chaidir, masing-masing punya pesona di mata Rakyat. Kekuatan Rusli tampaknya di topang penuh oleh personal Mambang Mit, birokrat berlatar belakang ekonomi, dikenal santun dan pernah menduduki jabatan strategis yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) di Pemko Batam.

Bicara peluang, pengaruh Rusli Zaenal – Mambang Mit (RZ-MM) tampaknya dibayangi oleh sosok kharismatik Chaidir. Sebagai tokoh tua di Golkar, kubu Rusli dianggap tak sepaham dengan kelompok tua Golkar. Asal usulnya karena kasus Saleh Djasit dan Tengku Azmun Jaafar. (lihat polling pilgub riau)

Peluang Rusli kuat, karena wakil Chaidir dan wakil Thamsir Rahman yaitu Topan Andoso Yakin dan Suryadi yang merupakan figur sentral masyarakat Jawa di Riau, ikut pula bertarung pada lapis kedua yaitu membidik kursi wakil Gubernur Riau.

Dengan kondisi ini, besar kemungkinan suara warga Jawa di Riau terpecah belah. Lantas bagaimana dengan suara PKS Riau ?

Karena Wan Abu Bakar bersiteru dengan Rusli Zaenal soal ilegal logging, diyakini mesin politik PPP Riau akan terkecai. Sebagai anak manis, suara kader PKS diprediksi banyak lari ke kubu Chaidir yang dikenal intelek oleh kelompok muda Riau. Sebagai tokoh PPP, dengan menjadi Plt Gubernur Riau, Wan Abu Bakar punya banyak peluang untuk mewujudkan obsesi politiknya.

Dari aspek kewilayahan, Rusli tampaknya hanya akan didukung oleh kubu Inhil. Inhu yang notabene “kampung” Thamsir dan Mambang Mit, suara yang ada tak bisa di andalkan kecuali di Kuantan Singingi. Sama halnya dengan suara pemilih di Pekanbaru. Bisa saja orang minang di Riau, tak lagi mendukung Rusli seperti pada pemilihan Gubernur Riau yang lalu. Di Kabupaten Kampar, kalau suara PAN yang notabene didukung kelompok Muhammadiyah kuat, kubu Rusli pasti akan keteteran mencari suara di kota yang berjuluk; Serambi Makkah Riau itu.

Di Bengkalis sebagai lumbung suara teratas pada Pilgub Riau 2008, tampaknya faktor gagalnya pemekaran Kabupaten Meranti dan Kabupaten Mandau menjadi batu sandungan paling fatal dalam karir politik Rusli Zaenal-Mambang Mit (RZ-MM). Sekedar catatan , di Rohil sekarang berkembang istilah baru, “Asal Jangan Rusli”.

Hanya Dumai yang bisa di andalkan Golkar yang mengusung RZ-MM. Tapi di Siak terutama Perawang, pendukung Suryadi takkan tinggal diam untuk memenangkan pasangan Chaidir dan Suryadi (PDI-Perjuangan). Begitu pula di Rohul dan Rohil. Chaidir akan berperan, karena dia budak Rohul yang diyakini bisa mengajak warga Rohil untuk bergabung memenangkannya.

Sementara orang Kepri di Riau mungkin cenderung memilih Rusli dan Mambang Mit, karena keduanya telah berjasa terhadap pembentukan Provinsi Kepri semasa Rusli menjadi Gubernur dan Mambang sebagai Setda Kota Batam.

Di Kepri, peluang Chaidir lemah karena sewaktu menjadi ketua DPRD Riau, Chaidir dianggap tidak pro dengan perjuangan masyarakat Kepri untuk membentuk provinsi sendiri. Hanya saja, senator Riau itu dinilai berkelas di riau daratan karena memiliki kemampuan intelektual yang lumayan bagus. Ia rajin menumpahkan kegelisahaannya terhadap Riau melalui kumpulan buku yang ia tulis. Chaidir pun dikenal sebagai kalangan intelektual muda, jebolan dua universitas ternama di Australia.

Sedangkan Thamsir Rahman, ia lama menjadi bupati Inhu. Sepak terjangnya di hormati oleh kalangan pejabat di Riau karena terbilang senior di birokrasi.

Akhirnya, Pilkada tak cukup sekedar basa-basi atau jual kecap. Baliho sebesar apapun, takkan berguna karena di Riau masih banyak anak petani, anak nelayan, anak penyadap karet, penggali pasir dan pencari kayu bakau yang belum sekolah dan menderita.

Setinggi apapun pangkat, gelar atau bekas jabatan masing-masing cagub, Riau tak butuh. Yang dibutuhkan kedaulatan atas kesejahteraan rakyat Riau. Hal tersebut merupakan ‘harga mati” karena puluhan tahun ubun-ubun orang “Riau Dihisap” dengan mengatasnamakan rasa senasib sepenanggungan.

Akibatnya, sungguh pedih kehidupan anak Sakai. Terpinggirkan di antara sambungan pipa minyak mentah yang dialirkan dari ribuan sumur minyak yang di kelola PT Pertamina dan perusahaan minyak asing. Belum lagi, kisah pilu suku kubu yang hidup merana karena luasan hutan Riau yang mulai menipis. Oleh karenanya, mari memilih secara bijak. (foto : riauterkini.com)

Menggagas Batam Cyber Island

•Juli 15, 2008 • 12 Komentar

MINGGU kemarin (13/7/2008), sekitar jam 20.00 Wib, handphone selular yang saya taruh diatas kulkas berdering beberapa kali. Sebelum tanda OK saya pencet, saya melihat pada layar, panggilan dari Farhan, rekan di kantor. Ada apa ya? Pikir saya waktu itu.

Rupanya Farhan memberi kabar bahwa rekan-rekan pemilik blog di alam maya, tengah ngumpul dengan “penggila IT” senior, bang Ria dan bang Mulyanta (Kepala Telkom Riau Kepulauan). Biasalah. Mereka rupanya bikin event kelima, Ngopi darat plus, plus, plus. Saya pun diajak untuk gabung.

“Okela. Ntar abang nyusul. Barusan habis cuci motor. Setelah mandi, baru abang cabut, han” menjawab telpon Farhan di atas teras.

Kasihan meninggalkan anak, saya lantas mengajak mereka pergi. Tawaran itu rupanya membuat mereka gembira, dan saking senangnya anak saya nomor 2, Adinda Saujana Fadza (2,1 thn), bergegas ganti baju, dan sempat menangis karena takut tak diajak.

Hal yang sama juga dilakukan putri pertama saya, Azra Saujana Fadza (5,3 thn). “Udahlah cepat ganti bajunya. Nggak usah nangis lagi,” bujuk saya waktu itu.

Sesampai di Engku Putri, saya melihat kawan-kawan yang ngadain Kopdar tengah serius mendengar “celotehan” bang Ria. Kepada ajudannya, Sulton, saya sempat nanyak. Sulthon bilang acaranya baru mulai. Syukurlah jawab saya dalam hati.

Dipertemuan itu, saya melihat wajah Ricky Indrakari. Ketua DPC PKS Kota Batam itu ternyata juga blogger. Begitu juga dengan anak Bang Ria dan istrinya. Bagi Anda yang ingin kenalan lebih jauh, coba aja klik disini, www.rindrakari.wordpress.com atau www.suparti.blogspot.com dan www.zhafir.blogspot.com.

Bicara pengembangan IT di dunia maya, rupanya bang Ria punya obsesi luar biasa. Sarjana ISTN Jakarta itu bercita-cita menjadikan Pulau se Batam ini sebagai “kota modern” dengan jargon baru “Kota Cyber Island”.

Saya pun “terbengong2” mendengar pemaparan beliau tentang konsep tersebut. Dalam hati, saya hanya bisa berujar, mudah-mudahan obsesi bang Ria cepat terealisasi, amin.

Keinginan bang Ria sebenarnya “sepinggan” dengan cita-cita besar Bang Mulyanta, tamu khusus dari PT Telkom Riau Kepulauan.

Orang nomor satu di Telkom Rikep itu, agak lebih dahsyat lagi menceritakan, PT Telkom ingin memperluas jaringan dengan memperkenalkan ikon baru gugusan pulau yang membentang dari Sabang Aceh sampai ke ujung karang Pulau Nipah yang bertetangga dengan S’pura di Kepri dengan sebutan kerennya, “Sumatera Cyber Island,”. Namun cita cita besar itu akan di “elu-elukan” setelah sukses membuktikan konsep “Batam Cyber Island”.

“Kami ingin memulainya. Dan kami mohon dukungan dari para rekan blogger Batam,” sebut Mulyanta optimis.

Perbincangan semakin menarik. Malam pun semakin larut, walaupun bang Ria, saat itu kelihatannya enggan pulang ke rumah.

“Saya mengajak rekan blogger menyukseskan program ini bukan karena antara kita ada kepentingan. Tawaran ini saya sampaikan karena saya melihat, rugi kiranya kalau sebagai kawasan bertetangga, penerapan IT di Batam jauh tertinggal dari Singapura atau Malaysia. Tentang SDM, tak usah ragu. Begitu juga infrastruktur,”

” Telkom selalu berupaya mengupgrade tekhnologinya untuk mempersiapkan cita-cita besar tersebut,” komentar Mulyanta di Forum kopdar yang disertai acara santap sate, gorengan dan martabak itu.

Nah, sekarang tinggal kita. Seperti pepatah, jangan sampai tawaran baik ini akhirnya hanya menjadi fatamorgana saja. Entahlah. Dan hanya itu jawaban untuk saya hari ini. (*)

Mak Erot, Nama Kecil Yang Melegenda

•Juli 11, 2008 • 4 Komentar

Kamis siang pertengahan bulan Juli kemarin, ketika berselancar ke detik.com, saya menemukan info baru mengenai mak Erot, perempuan Sunda yang memiliki keterampilan khusus “menggadang-gadangkan” si Anu.

Saat itu saya nggak begitu “ngeh”. Tetapi yang jelas, detik menyampaikan bahwa Mak Erot meninggal dunia. Ketika saya berada di mega portal kompas.com, lagi-lagi, info mak Erot kembali saya temukan pada laman web milik anak perusahaan Jakoeb Oetama itu.

Bagi saya, Mak Erot pantas digadang-gadangkan sebab profesi seperti itu terbilang langkah. Seorang teman, ketika berseloroh dengan saya bilang, duka mak Erot duka bagi perempuan dan laki -laki yang menyukai hal-hal yang sangat spektakuler.

Saya tak akan mengulas cara Mak Erot membilas anu Anda. Yang ingin saya sampaikan, kok bisa, orang seperti mak Erot, berhasil membranding dirinya sebagai figur sentral dalam urusan membesarkan si “Anu”.

Ketika membuka laman kompas.com, saya membaca, jauh hari sebelum meninggal dunia, Mak Erot sudah mewariskan ilmunya itu kepada salah seorang anggota keluarganya. Tapi entah kenapa, untuk yang satu ini, nama Mak Erot jauh lebih populer dibandingkan nama anak atau cucunya.

“Asisten emak saya adalah anak dan cucu emak sendiri,” begitu dalil cucu mak yang saya baca di laman web indospiritual.com.

Lantas apa sebenarnya yang menjadi kekuatan Mak Erot..? Pertanyaan ini terus menggelitik hati saya untuk mencari tahu. Jawaban sekenanya, mungkin sebutan Mak Erot lebih gampang di ingat.

Setakat itu, jika nama Anda kurang asyik, saran saya sebaiknya jangan ganti. Mak Erot saja tahan. Bila nasib berubah, mana tahu nama yang di doakan orang tua Anda itu melegenda seperti  Gepeng, Dono atau Basuki. Siapa tahu.. Iya nggak… he…he…(*)

Seks sebagai Simbol Perubahan Politik Malaysia….

•Juli 7, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Suhu politik di malaysia kelihatannya panas. Orang melayu malaysia yang dulunya jarang demo, kok tiba-tiba ‘jadi ganas’ seperti di Jakarta.

Perubahan iklim ‘semasa’ ini, bagi saya merupakan awal dari kebangkitan demokrasi malaysia,yang sememangnya harus berani dilakon. Permulaan ini harus di awali secara baik, jangan sampai menghancurkan kejayaan malaysia.

Sebagai pemerhati, saya kok tiba-tiba trenyuh melihat perubahan politik dalam negeri malaysia yang diawali dengan simbol seks. Menuding Anwar Ibrahim sebagai pria gaek ‘penyodomi’, bagi saya adalah kekerasan politik.

Wacana yang terungkap di media, walaubagaimanapun telah merusak peradaban Malaysia yang terkenal santun dan agamais.Skenario politik ‘syahwat’ jangan diumbar, harus dibuang jauh-jauh.

Pejabat yang bersiteru, sebagai suri tauladan, Anda sudah saatnya memberikan contoh yang baik terhadap rakyat. Voice of democracy in Malaysia harus tampil molek seperti Siti Nurhalizah yang terkenal santun itu.(*)

*************

Cubaan Wujud Persepsi Negatif Rakyat Satu Pengkhianatan, Kata Abdullah

PUTRAJAYA, 7 Julai (Bernama) — Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi berkata cubaan untuk mewujudkan persepsi kurang selesa dan tidak yakin dalam kalangan rakyat melalui internet dan SMS dengan mengetepikan prinsip Rukunegara sebagai satu perbuatan khianat.

Perdana Menteri berkata prinsip-prinsip Rukunegara seperti Kesetiaan Kepada Raja dan Negara, Keluhuran Perlembagaan, Kedaulatan Undang-undang dan Kesopanan Kesusilaan telah dinodai dalam cubaan itu yang dibuat melalui blog, YouTube, dan khidmat pesanan ringkas (SMS).

“Cerita penyebaran fitnah dan pembohongan dari blog dan YouTube, semua ini tidak lahirkan keselesaan dan keyakinan pada rakyat,” katanya pada Perhimpunan Bulanan Jabatan Perdana Menteri di sini.

“Cakap-cakap kebenaran undang-undang tidak dihiraukan lagi. Kesopanan dalam kehidupan tidak diambil berat lagi. Kedaulatan Raja-raja jadi isu,” katanya.

Abdullah berkata bukan semua rakyat percaya dengan persepsi negatif yang cuba ditimbulkan itu tetapi semakin ramai yang seolah-olah terperangkap dalam situasi itu.

“Apa tindakan yang tunjukkan yang benar, tidak dihargai, (sebaliknya) yang dihargai ialah persepsi termasuk pembohongan yang berlaku.

“Persepsi ketepikan kebenaran. Apa yang benar tidak dikisahkan lagi. Yang penting persepsi,” katanya.

Abdullah berkata ia telah mempengaruhi sikap dan pilihan dalam membuat keputusan sesetengah pihak termasuk yang berhubung kait dengan pelaburan dan perniagaan.

Beliau berkata perkara itu mesti diperbetulkan tetapi malangnya ia menjadi perkara yang sangat diminati oleh rakyat sehingga menjadi buah mulut pula serta mereka memanjang-manjangkan pula cerita.

“Rakyat hendaklah diamankan daripada takut (berlaku) kurang makanan. Rakyat hendaklah diamankan daripada sebarang ketakutan terhadap keselamatan diri dan keluarga,” katanya.

Abdullah berkata negara baru selesai melalui proses demokrasi dan kerajaan telah diberi mandat untuk memimpin negara. Kerajaan, katanya, berharap dapat melaksanakan apa jua yang dihasratkan oleh rakyat.

Beliau berkata kerajaan telah dan akan mengambil langkah-langkah untuk mengurangkan beban rakyat walaupun timbul keresahan ekoran kenaikan harga minyak. “Rakyat mesti yakin terhadap usaha-usaha kita,” katanya.

Perdana Menteri meminta pihak penguatkuasaan undang-undang terus bertegas dalam memelihara keamanan dan keselamatan di negara ini. “Hentikanlah laku apa yang tidak baik. Rakyat mesti tunjukkan tanggungjawab yang tinggi. Jayakan keamanan keutamaan kita,” katanya.

— BERNAMA