Kampar dan Limo Koto

Pemerintahan

foto1.jpg

Bupati Kampar saat ini adalah Burhanudin. Pada pemilu yang dilaksanakan pada Oktober 2006, Burhanuddin Husein terpilih sebagai bupati baru untuk periode 2006-2011. Burhanuddin menggantikan Jefri Noer, Bupati yang sempat menggemparkan peta politik nasional dengan skandal pengusiran seorang sekolah pada sebuah rapat dengar pendapat di DPRD Kampar.

Jauh sebelum reformasi, Kampar selalu dipimpin oleh bupati yang berlatar belakang militer dengan mengabaikan latar belakang sosio kultural semisal putera daerah. Namun dengan digulirkannnya otonomi daerah, kini Kampar memiliki pemimpin dari daerahnya sendiri.

Kecamatan

potensi2.jpg

Saat ini (tahun 2006), Kabupaten Kampar memiliki 20 kecamatan, sebagai hasil pemekaran dari 12 kecamatan sebelumnya. Kedua puluh kecamatan tersebut (beserta ibu kota kecamatan) adalah:

  1. Bangkinang (ibu kota: Bangkinang)

Jumlah Penduduk Kota Bangkinang adalah 56.030 jiwa, dengan kepadatan penduduk 220 jiwa/Km2 (Sensus Penduduk 2001)

Sarana dan Prasarana

a. Ruang Terbuka Hijau

Pada institusi Ruang Terbuka Hijau tidak memiliki kebun bibit, memiliki sarana dan prasarana pemeliharaan RTH antara lain mobil tangki penyiram dan alat-alat perawatan lapangan.

b. Pengendalian Pencemaran Air

Kota Bangkinang tidak memiliki akses laboratorium, analisa parameter kualitas air dilakukan di Laboratorium Kimpraswil Propinsi Riau. Pada kota ini tidak ada Pengelolaan limbah cair domestik secara komunal, tidak mempunyai industri /kawasan industri dan juga hotel berbintang tiga ke atas.

c. Pengelolaan Sampah

Sarana pengumpulan/ pengangkutan dari rumah/TPS ke TPA

  1. Bangkinang Barat (ibu kota: Kuok)
  2. Bangkinang Seberang (ibu kota: Muara Uwai)
  3. Gunung Sahilan (ibu kota: Gunung Sahilan)
  4. Kampar (ibu kota: Air Tiris)
  5. Kampar Kiri (ibu kota: Sungai Pagar)
  6. Kampar Kiri Hilir (ibu kota: Gema)
  7. Kampar Kiri Hulu (ibu kota: Lipat Kain)
  8. Kampar Timur (ibu kota: Kampar)
  9. Kampar Utara (ibu kota: Desa Sawah)
  10. Perhentian Raja (ibu kota: Pantai Raja)
  11. Rumbio Jaya (ibu kota: Rumbio)
  12. Salo (ibu kota: Salo)
  13. Siak Hulu (ibu kota: Pandau)
  14. Tambang (ibu kota: Tambang)
  15. Tapung (ibu kota: Petapahan)
  16. Tapung Hilir (ibu kota: Pantai Cermin)
  17. Tapung Hulu (ibu kota: Sinama Nenek)
  18. XIII Koto Kampar (ibu kota: Muara Mahat

Kampar dan Limo Koto

potensi4.jpgKampar sangat identik dengan sebutan Limo Koto, lima wilayah yang masih memegang adat dan tradisi persukuan. Limo Koto terdiri dari XXXIII Koto Kampar, Kuok, Bangkinang, Air Tiris dan Rumbio. Terdapat banyak persukuan yang masih dilestarikan hingga kini. Konsep adat dan tradisi persukuannya konon ditiru dan dikembangkan hingga ke Sumatera Barat. Tidak heran bila adat istiadat hingga bahasa sehari-hari warga Limo Koto amat mirip dengan Minang Kabau. Bahasa yang dipakai di Limo Koto, yang juga kemudian menjadi bahasa Kampar adalah bahasa Ocu. Di samping itu, Limo Koto juga memiliki semacam alat musik tradisional Calempong dan Oguong.

Batas wilayah

potensi1.jpgKabupaten Kampar berbatasan dengan kabupaten-kabupaten lain, sebagai berikut:

About these ads

~ oleh iselantang pada Oktober 15, 2007.

6 Tanggapan to “Kampar dan Limo Koto”

  1. Salam kenal. salut buat yang nulis karena telah menunulis ihwal tentang kampar. Sebagai perbandingan mungkin. 5 Koto terdiri dari Kuok, Salo, Bangkinang, Air Tiris dan Rumbio. Masing2 punya julukannya. Bongkong2 (Besar dan gagah)anak kuok, Salo (???), Ba’ani mati anak bangkinang (berani mati anak bangkinang, Codiok baundiong anak ayu tiyi (Pandai berunding anak air tiris), dan tahan pancuong anak umbio (tahan pancung anak rumbio).

    Sedangkan untuk Ibu kota kecamatan Rumbio Jaya terletak di perbatasan desa simpang petai ke arah desa alam panjang. Tepatnya di dusun kubu cubadak. Jadi menurut saya ibu kotanya adalah Desa simpang petai. Sedangkan Desa rumbio masih termasuk dalam bagian kecamatan Kampar (induk).

    Iswadi HR

  2. tlng krim pesan ke E-mail saya sekarang Terimah kasih

  3. salam kenal

    mungkin untuk ralat saja, XIII Koto Kampar bukan termasuk dalam 5 koto, benar yang dikatakan Iswadi, 5 koto adalah Bangkinang, kuok, salo, Airtiris dan Rumbio. Dalam sistim pemerintahan adat di Kampar wailayah kampar tergabung dalam federasi andiko 44 yang pusatnya berada di muara takus.
    terimakasih

  4. xiii koto kampar juga memegang adat istiadat koq….contoh nya desa Tanjung yang masih berpegang teguh pada adat istiadatnya

  5. ass…
    awak sebagai anak naghoi wajid memajukan naghoi awak go…
    mo la samo-samo awak mamajukan kampa, supayo toutu dek uwang sa dunio go kalau kampu du naghoi yang RAMAH, BERADAT, SANTUN…
    from : indra (anak naghoi kampar timur)

  6. ontah la…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: